Kumpulan Soal UKOM Kebidanan dan Jawaban Paling Sering Ditemui

Kumpulan Soal UKOM Kebidanan dan Jawaban Paling Sering Ditemui - soal uji kompetensi kebidanan yang diujikan biasanya akan mencul kembali di ukom selanjutnya, yang artinya terkadang soal yang pernah keluar ditahun sebelumnya biasanya akan keluar kembali ditahun ini, okedeh kita langsung saja simak soal ukom berikut ini.



1. Seorang ibu hamil G4 P3 A0 berusia 27 th hamil aterm datang ke polindes dengan keluhan kejang- kejang pada pemeriksaan tanda vital di peroleh tekanan darah  190/40 mmHg, muka tangan , kaki oedem, pada pemeriksaan, VT pembukaan serviks 5 cm.

Apakah yang di harus dilakukan pada ibu sebelum di rujuk ke Rs, kecuali?

a. Berikan O2

b. Tindakan miring kiri

c. Berikan infuse RL

d. Berikan Suction

e. Berikan MgSO4

Jawaban : d. Berikan Suction

Pembahasan :

Perawatan Pre-Rumah Sakit untuk pasien hamil dengan dugaaan preeklampsia terdiri dari:

Pemberian oksigen via face mask

Pemasangan akses intravena

Monitor jantung

Transportasi pasien dengan posisi miring kiri

Kewaspadaan terhadap kejang


2. Seorang ibu hamil G1 P0 A0 berusia 36 th  datang ke klinik  dengan tidur mengeluarkan darah segar jalan lahir keluhan tidak di sertai nyeri perut keadaan umum lemah, pucat, pada pemeriksaan tanda vital di peroleh tekanan darah 90/60 mmHg, 80 x / m pada pemeriksaan lab 8,4 gr %.

Manakah penanganan yang tepat untuk kasus di atas?

a. Tranfuse darah 

b. Konseling dan rujuk

c. Infuse Nacl 0.9 %, dan rujuk

d. Infuse Nacl 0.9 %, informed consent dan rujuk

e. Informed consent dan rujuk

Jawaban : d. Infuse Nacl 0.9 %, informed consent dan rujuk

Pembahasan :

Segera lakukan pemasangan infus intravena dengan pemberian NaCl 0,9% gtt 20x/menit dan segera lakukan rujuk pasien


3. Seorang ibu hamil berusia 29 th G1 Po A1 hamil 40 minggu janin tunggal hidup intra uterin dengan letak kepala TFU 39 cm, dari pemeriksaan yang di lakukan di dapatkan hasil bahwa pembukaan sudah lengkap dengan kepala di HIV. Setelah dipimpin meneran 45 menit akhirnya kepala lahir, tetapi bahu anterior macet simfisis pubis.selama hamil ibu tersebut mengeluh banyak makan, banyak minum dan ngemil.

Apaka diagnose yang tepat untu kasus di atas?

a. Partus lama 

b. Distosa bahu 

c. Partus tidak maju

d. Kepala bayi macet

e. Bayi besar

Jawaban : b. Distosa bahu

Pembahasan :

Distosia bahu ialah kelahiran kepala janin dengan bahu anterior macet diatas sacral promontory karena itu tidak bisa lewat masuk ke dalam panggul, atau bahu tersebut bisa lewat promontorium, tetapi mendapat halangan dari tulang sacrum (tulang ekor). Lebih mudahnya distosia bahu adalah peristiwa dimana tersangkutnya bahu janin dan tidak dapat dilahirkan setelah kepala janin dilahirkan.


4. Seorang ibu hamil berusia 35 th G2 P5 A0,  datang ke klinik dan telah melahirkan bayi laki-laki. Plasenta lahir lengkap 25 menit setelah diberikan injeksi oksitosin ke 2 . peradarahna 50 cc , kontraksi uterus lembek , TFU setunggi pusat TD 100/ 70 mmHg, keadaan umu lemah, nadi 100/m.

Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan oleh bidan untuk mengatasi perdarahan tersebut?

a. Berikan ergometrin 0,2 IM

b. Lakukan komprensi bimanual internal

c. Lakukan komprensi eksternal

d. Pasang infuse RL 500 Ml +  oksitosin 20 unit

e. Mengecek kelengkapan plasenta

Jawaban : b. Lakukan komprensi bimanual internal

Pembahasan :

Menurut Varney 2004 KBI adalah suatu tindakan untuk mengontrol dengan segera hemoraghe post partum (HPP) dengan melibatkan kompresi uterus dengan dua tangan. 


5. Seorang prempuan berusia 26 th ke klinik mengeluh sudah 2 bulan tidak menstruasi, perut bawah nyeri dan mengeluarkan bercak darah berwarna coklat, hasil pemeriksaan belum ada pembukaan portio, nyeri goyang,, pp test (+).

Apakah diagnose  yang tepat untuk kasus di atas?

a. Molla hidatidosa

b. Abortus incipens

c. Abortus imminens

d. Abortus inclompete

e. Kehamilan ektopik terganggu


Jawaban : e. Kehamilan ektopik terganggu

Pembahasan :

Kehamilan ektopik terganggu merupakan salah satu komplikasi kehamilan dimana sel telur yang dibuahi tidak berpindah ke rahim melainkan menempel dan bertumbuh di tuba fallopi.

Kehamilan ektopik cenderung tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Tanda awal kehamilan ektopik mirip dengan kehamilan biasa, seperti mual, payudara mengeras, dan menstruasi terhenti.

Sedangkan pada tahap lanjut, ada beberapa gejala yang sering dirasakan penderita kehamilan ektopik, yaitu nyeri perut dan perdarahan dari vagina. Gejala-gejala tersebut akan terasa semakin parah seiring waktu.


6. Seorang perempuan, usia 26 tahun, hamil ke dua dengan usia kehamilan 37 minggu, datang ke RS Adam Malik dengan keluhan perut mules dan keluar darah lendir sejak 4 jam yang lalu. Keadaan umum : baik, tanda-tanda vital dalam batas normal. His   20 - 40 detik 2x dalam 10 menit, dari hasil periksa dalam:  diketahui pembukaan serviks 4 cm. 4 jam kemudian setelah dilakukan evaluasi, didapat kontraksi 40” 3X dalam 10 menit, DJJ 145x/menit. Pembukaan servik bertambah menjadi 8 cm.

Apakah diagnosa yang paling tepat pada kasus ini?

a. GIIPIA0, usia kehamilan 37 minggu, inpartu kala I fase aktif

b. GIIPIA0, usia kehamilan 37 minggu, inpartu kala I fase aktif, his inkoordinasi

c. GIIPIA0, usia kehamilan 37 minggu, inpartu kala I fase aktif inertia uteri primer

d. GIIP0A0, usia kehamilan 37 minggu, inpartu kala I fase laten

e. GIIP0A0, usia kehamilan 37 minggu, inpartu kala I fase aktif

Jawaban : A. GIIPIA0, usia kehamilan 37 minggu, inpartu kala I fase aktif

Pembahasan : 

Fase aktif pada kala satu persalinan:

Frekuensi dan lama kontraksi uterus akan meningkat secara bertahap (kontraksi dianggapadekuat/memadai jika terjadi tiga kali atau lebih dalam waktu 10 menit, dan berlangsungselama 40 detik atau lebih)

Dari pembukaan 4 cm hingga mencapai pembukaan lengkap atau 10 cm, akan terjadidengan kecepatan rata-rata 1 cm per jam (nulipara atau primigravida) atau lebih dari 1 cmhingga 2 cm (multipara).

Terjadi penurunan bagian terbawah janin

7. Seorang perempuan, 28 tahun, anak pertama, datang ke RS dengan keluhan taksiran tanggal persalinannya sudah lewat dari perkiraan. Kepala sudah masuk PAP. KU ibu baik. Dari hasil Pemeriksaan dalam di dapat belum ada pembukaan serviks, ketuban masih utuh

Apakah tindakan yang paling tepat pada kasus ini?

a. Pasang Infus

b. Cek Hb

c. Masase uterus

d. Induksi partus dengan oksitoksin drip

e. Anjurkan ibu untuk berjalan-jalan

Jawaban : D. Induksi partus dengan oksitoksin drip

Pembahasan : 

Memicu kontraksi rahim atau meningkatkan intensitasnya pada saat proses persalinan


8. Seorang perempuan, usia 35 tahun, P1A0, melahirkan di BPM. Setelah 30 menit bayi lahir, plasenta belum juga  lahir. KU ibu baik. Darah yang keluar ± 100 cc. Konjungtiva ibu sudah mulai pucat.

Apakah diagnosa yang paling tepat pada kasus ini?

a. Retensio Plasenta

b. Solusio Plasenta

c. Plasenta Rest

d. Plasenta Previa

e. Plasenta Akreta

Jawaban : A. Retensio Plasenta

Pembahasan : 

Retensio plasenta adalah belum lepasnya plasenta dengan melebihi waktu setengah jam. Keadaan ini dapat diikuti perdarahan yang banyak, artinya hanya sebagian plasenta yang telah lepas sehingga memerlukan tindakan plasenta manual dengan segera. Bila retensio plasenta tidak diikuti perdarahan maka perlu diperhatikan ada kemungkinan terjadi plasenta adhesive, plasenta akreta, plasenta inkreta, plasenta perkreta.

9. Seorang perempuan, usia 35 tahun, P1A0,. Persalinan terjadi 30 menit yang lalu ditolong oleh bidan di BPM, plasenta sudah lahir lengkap. Pada palpasi, uterus teraba lembek. Kandung kemih kosong, Perdarahan 200 cc, tidak ada laserasi jalan lahir. Keadaan umum ibu baik.

Apakah diagnosa yang paling tepat pada kasus ini?

a. Inersia uteri

b. Atonia uteri

c. Plasenta Rest

d. Plasenta Previa

e. Involusio uteri

Jawaban : B. Atonia uteri

Pembahasan : 

Atoni Uteri adalah pendarahan yang timbul dari bekas implantasi placenta karena uterus tidak mampu berkontraksi dan beretraksi dengan baik setelah plascenta lahir.(Fadlan,2011)


10. Seorang perempuan, usia 30 tahun, P1A0,. Persalinan terjadi 30 menit yang lalu ditolong oleh bidan di Klinik bersalin, plasenta sudah lahir lengkap. Pada palpasi, uterus teraba lembek. Kandung kemih kosong, Perdarahan 100 cc, tidak ada laserasi jalan lahir. Konjungtiva sudah mulai pucat. Kesadaran ibu Compos Mentis

Apakah tindakan yang paling tepat pada kasus ini?

a. Lakukan Kuretase

b. Lakukan Transfusi darah

c. Masase dan lakukan Kompresi bimanual

d. Beri suntikan Oksitosin

e. Beri suntikan Metergin


Jawaban : C. Masase dan lakukan Kompresi bimanual

Pembahasan : 

Kompresi bimanual dibagi dalam dua cara yaitu :

Kompresi bimanual eksterna merupakan tindakan yang efektif untuk mengendalikan perdarahan misalnya akibat atonia uteri. Kompresi bimanual ini diteruskan sampai uterus dipastikan berkontraksi dan perdarahan dapat dihentikan.

Kompresi Bimanual Interna adalah tangan kiri penolong dimasukan ke dalam vagina dan sambil membuat kepalan diletakan pada forniks anterior vagina. Tangan kanan diletakan pada perut penderita dengan memegang fundus uteri dengan telapak tangan dan dengan ibu jari di depan serta jari-jari lain di belakang uterus. Sekarang korpus uteri terpegang antara 2 tangan antara lain, yaitu tangan kanan melaksanakan massage pada uterus dan sekalian menekannya terhadap tangan kiri.

Baca juga :