Widget HTML Atas

Cerita Cinta Bokeh : Ajarin Aku Begituan dong

Cerita cinta bokeh. Ternyata, Tidak hanya video saja yang bisa di buat bokeh gaes. Cerpen juga bisa lho, Seperti kisah kedua remaja yang sudah aku tulis ini. Mereka terlihat sangat bahagia. Bahkan karena besarnya cinta, Keduanya rela berbagi inspirasi yang menurutnya mampu meninggalkan kesan. Kesan ini tidak hanya sesaat saja. Selama masih terlihat dan bisa dikenang, Maka kesan itu tidak pernah pudar tertelan waktu.

Cerita Cinta bokeh kali ini diperankan oleh dua Remaja pria dan wanita yang masing-masing berusia 18 tahun. Sebut saja Rendi, Ya ... Dia adalah remaja pria yang kami jadikan Aktor dalam Cerita kali ini. Berfikiran cerdas dan berimajinasi tinggi. Sedangkan Aktor wanitanya yaitu Devi yang merupakan Wanita dengan kulit putih, cantik dan manja.

Kedua remaja tersebut menjalin hubungan Asmara sejak mereka duduk di bangku SMA. Rendi dikenal punya bakat yang tak tersalurkan, sehingga alur cerita ini membawa Devi untuk memberi dukungan terhadapnya. Karena keduanya saling mencintai, maka Rendi tidak menolak apapun keinginan Wanita cantik dan manja itu yakni Devi.

Cerita cinta Bokeh

Bagi kalian yang penasaran dengan cerita cinta bokeh ini, maka bisa kepoin langsung ya! Tapi, sebelum kamu melanjutkan, Yuk simak biodata cerpen dibawah ini.

Pagi yang cerah disertai nyayian kicau burung pagi membuat Devi terbangun dari tidurnya. Kala itu waktu menunjukan pukul 6:30 Wib. Karen kebetulan hari itu adalah Minggu maka Ia tidak masuk ke kampus. Terlihat Devi berjalan ke Kamar mandi dan membersihkan dirinya. Setelah selesai, Ia mencoba menghubungi Rendi melalui pesan Chat Whatsapp.


"Sayang ..... Sudah bangun belum. Aku mau ngomong penting ni" Tulis devi lewat pesan yang dikirim ke Rendi. Berkali - kali ia menulis pesan, tapi tidak ada balasan dari Rendi. Akhirnya, Devi pun mencoba menghubunginya.

Sementara itu, Rendi yang sedang asik tidur dikagetkan dengan suara dering ponsel miliknya. "Ehmhhhh siapa si? pagi-pagi sudah telvon, Halo ....." Dijawablah panggilan dari Devi. Sembari mata yang masih mengantuk, ia mencoba berkomunikasi dengan Devi.


"Sayang .... Belum bangun ya? Maaf ya ganggu. Tapi, aku jenuh banget ni. Boleh gak kalau sekarang aku main kerumah kamu. Ada hal yang pengen aku omongin ke kamu ni". Ujar Devi kepada Rendi melalui Panggilan Whatsapp.


Mendengar hal itu, Rendi pun menerima permintaan devi dan setelah berbincang, Ia menutup ponselnya kembali. Bergegas ia bangun meski matanya masih terpejam menahan ngantuk. "Gawat ni... Kalau Devi tahu aku belum rapi, Apa jadinya nanti. Mending aku siap-siap dulu aja deh". Kata rendi pada dirinya sendiri.


Bergegas Rendi bangun dan langsung membersihkan dirinya. Setelah itu, ia merapikan tempat tidur dan Kamar studio yang ia gunakan untuk membuat konten video youtube. "Akhirya kelar juga" katanya dengan penuh bahagia. Dalam waktu 30 menit, ia sudah selesai merapikan kamar dan studio.


"Katanya devi mau main kerumah, Tapi jam segini kok belum sampai juga?" Tanya Rendi dalam hati. Tak lama kemudian, Bel rumah berbunyi .... ting tong ..... ting tong .... "Nah itu mungkin Devi" Kata Rendi. Ia bergegas menuju ke pintu depan lalu membukanya.


"Selamat pagi Rendi sayang ...." Sapa Devi dengan wajah cantiknya. Ia pun masuk dan menuju ke ruang tamu. Rendi pun mencoba menawari minum pada Devi, "Ow iya ... Mau minum apa Say ..." Katanya dengan wajah kecapean. Lalu dijawab oleh Devi "Kamu kok kelihatan kusut si, Kenapa?" Rendi pun kembali menjawab "Iya ni, Aku baru selesai merapikan kamar".

Karena melihat Rendi yang seakan kelelahan, Devi pun menjawab tawaran itu. "Tidak usah lah. Nanti kalau aku Pengen, Aku bikin sendiri aja". Katanya sambil tersenyum manja. Lalu Rendi pun kembali dan duduk disamping Devi.


Keduanya pun saling menatap dan tersenyum. Seakan hari itu adalah milik mereka berdua. "Sayang .. Kamu kok kelihatan ceria banget si, dan Tumben pagi-pagi sudah main kesini. Emangnya ada apa?" Tanya Rendi kepada Devi dengan raut wajah bahagia.


Devi pun mencoba menjelaskan maksut kedatangan dirinya. "Begini sayang... Kamu kan suka bikin Konten Video Sinematic, Kira-kira kamu ada waktu gak buat ajarin Aku. Aku pengen juga lho supaya bisa bikin Video cover lagu yang baik. Gimana, bisakan ajarin aku?" Devi pun memohon supaya Rendi mau menuntun dirinya supaya bisa menjadi Konten kreator profesional.


Lalu dijawab oleh Rendi dengan nada rendah dan penuh perhatian. "Sayang .... ngapain kamu belajar begituan. Aku kan bisa bantu kamu untuk ngeditin Video cover kamu. Lagian Kalau kita menikah, Kita bisa kok kolaborasi didalam 1 chanel". Ternyata maksut Devi tidak demikian.


"Devi" Sayang .. Aku tahu kalau chanel kamu bisa buat kolaborasi. Tapi, itu tidak baik buat masa depan kita nanti. Bukanya Viewr meningkat, Eh malah ... yang ada Subcriber kamu lari semua. Hilang deh tu pendapatan. Tujuan aku tu, 1 Chanel isinya Video yang relavan dan masih pada topik tersebut. Kalau kita gabung menjadi 1 Chanel maka nanti konten kita akan acak dong.


"Rendi" Ow ... maksut kamu seperti itu. Iya si, kalau aku jadiin ke 1 chanel maka bisa ngefek di Viewr dan mungkin akan terjadi penurunan subcriber. Jadi baiknya gimana dong?


Tentu Devi tidak ingin membuat karir Rendi tenggelam karenanya. Ia terus berusaha memberi semangat dan dukungan supaya chanel Youtube pacarnya terus berkembang. Sehingga, Ia menolak menggabungkan konten Cover lagu miliknya ke Akun Rendi. Disini Devi terus fokus pada tujuan utama yaitu meminta kepada Rendi supaya dirinya bisa membuat video bokeh seperti adanya bluer dan Efek menarik dalam Video.


Menyadari hal itu, Rendi pun mencoba memahami kemauan Devi sang pujaan hati. Sesekali dia mencubit pipi Devi yang sontak membuatnya manja. "ih kamu ini, sakit tahu ...." Rendi pun membalas "Lagian kamu si... pinter banget. ya sudah Nanti aku bakal ajarin kamu buat video bokeh apapun sesuai keinginan" Katanya dengan bangga menjadi pacar Devi.


Ternyata, Bakat yang tak ia salurkan adalah membuka kelas pembelajaran video grafis. Selama ini, Rendi hanya menuangkan bakat itu pada chanel youtube miliknya. Ya, dia adalah pria yang berhasil dalam karirnya membuat tutorial Video grafis. Selain pandai menciptakan Design dan efek bokeh pada video, dia juga terkanal pendiam. Sehingga Devi mencoba membujuknya supaya lebih terbuka demi masa depanya nanti.


"Syukurlah, Akhirnya Rendi mau juga ajarin aku. Kalu begini terus... Aku kan jadi tahu kemampuan dia, dan bakalan gampang buat meningkatkan karirnya" Kata Devi didalam hati. Ternyata, Devi memiliki tujuan yang amat mulia, Mungkin karena dia sudah benar-benar cinta kepada Rendi. Sehingga, Ia rela malakukan ini sebagai bentuk dukungan atas karirnya.


Rendi sendiri tidak manyadari rencana Devi. Sehingga ia langsung menyuarakan kata pada Devi, "Ow iya sayang ... langkah pertama yang harus kamu lakukan dan sebagai pembelaran adalah .... Kamu harus mengenal Studio aku dulu" Kata Rendi sambil menatap manis wajah Devi.


Diraih lah tangan Devi oleh Rendi lalu keduanya berjalan menuju ke kamar yang biasa digunakan Rendi untuk Shotting membuat Video bokeh Sinematic dan efek bokeh lainya. Sesampainya di ruang studio, Rendi kembali bertanya "Sayang ... Gimana menurut kamu, bagus gak Room aku?" lalu dijawab oleh Devi, "Emmmh ok, bagus kok. rapi dan .... bersih juga"


Sebelumnya Devi belum pernah menggunakan software edit video yang profesional. Sehingga Rendi harus memulainya benar-benar dari awal yaitu pengenalan perangkat keras dan perangkat lunak yang ia gunakan untuk membuat video tersebut.


"Sayang ... Kok banyak banget si peralatan yang kamu gunakan. Emang apa aja si fungsinya? sampai harus sebanyak ini." Tanya devi dengan nada manja. Rendi pun menanggapinya dengan tegas "Nanti kamu akan tahu kok".


Ternyata, Devi melihat 3 komputer PC serta perangkat keras lanya. Sedangkan dari ke 3 pc tersebut, Cuma ada 1 yang sering digunakan Rendi yakni PC dengan Prosesor Intel Core i 9. Menurutnya, Core i 9 sudah lebih dari cukup untuk membuat video bokeh yang berkualitas HD. bergegas Rendi pun memperkenalkan peralatan serta software yang ia gunakan.


"Sayang ... kamu yakin ingin belajar membuat video bokeh?" Tanya Rendi untuk memastikan tekad Devi terhadap karir yang bakal ia pilih nantinya. Dengan senang hati, Devi pun menjawabnya "Sayang .... Pilihan aku ini sudah aku pikir berulang kali. Menurut aku pribadi, Aku rasa bakat aku sama kok seperti kamu. Hanya saja kita beda dikit"


"Rendi" Ya sudah .... jika ini memang sudah jadi pilihan kamu, apa boleh buat. Hehe ... itung-itung kita bakal ketemu setiap hari.


"Devi" Kamu ini bisa aja .... curi kesempatan dalam kesempitan. Sudah ah ... kapan ni mulainya ...

Medengar Ucapan Rendi, Devi langsung ke GR an dan mengalihkan pembicaraan. Tak lama kemudian, duduklah Devi didepan komputer. Disini Rendi mencoba memperkenalkan software edit video bokeh yang biasa ia pakai setiap hari. Diraihlah tangan Devi oleh rendi, kemudian diayunkan mengikuti icon pada software.


"Devi" Sayang .... Kok rumit benget si, Kalau begini kapan kelarnya ....


"Rendi" Ini cuma sulit pertama dong kok. Seperti aku dulu yang sulit mengejar hati kamu


Sesekali kedunya bercanda dan saling menghayati betapa bahagianya hari itu. Tak lama kemudian, Devi menjawab "Ih ... Apaan si, Emang iya ... Hehe. Kalau aku serahkan hati aku ke kamu begitu saja, Artinya aku murahan dong"


"Ya tapi gak segitunya juga kan, Toh sekarang aku bisa nempel sama kamu". Kata Rendi sambil terus mengeluarkan kata romantis yang membuat Devi semakin betah berada dirumahnya. Devi pun membalas dengan Kata romantis dan senyuman manja, "Itu karena aku kasihan tahu sama kamu, Pas aku tengok .... kamu sudah kecapean. Daripada nanti sakit, mending aku serahin aja hati aku ke kamu".


Devi pun akhirnya terbawa suasana. Ia berdiri dari duduknya lalu bertanya kepada Rendi, "Sayang ... Apa kamu sungguh cinta sama aku...." Mendengar hal itu, Rendi pun "Sssttttt" Sambil menjulurkan jarinya. Sontak Rendi berkata "Sayang .... Sampai kapan pun. Kamu akan tetap menjadi pilihan aku yang terbaik". Dipeluklah Devi dengan penuh kasih sayang. Betapa indahnya cinta mereka, Bisa saling memahami, memberi arahan dan saling perhatian.


Waktu terus berputar dan hari sudah semakin sore, Baru kali ini Devi merasa diperhatikan oleh Seseorang yang benar sayang padanya. Hari itu, Devi mendapat 2 keuntungan. Pertama, Ia memperoleh ilmu pembelajaran yan bisa menjadi jalan untuk mewujudkan impinya. Ke 2, Ia menemukan arti cinta yang sesungguhnya. Dimana baru pertama itu ia merasa sangat diperhatikan.


Karena hari sudah semakin sore, Devi pun memutuskan untuk pulang. "Sayang ... Makasih atas semuanya" Rendi pun langsung mencium kening Devi sebagai bentuk kasih sayang padanya. Lalu ia mengantarkan Devi ke depan. Sebelum masuk ke mobil, Rendi meraih kedua tangan Devi, Lalu ia berkata "Sayang ... Aku janji. Aku akan selalu mencintai kamu". Mendengar hal itu, Devi pun tersenyum bahagia lalu memeluk Rendi.


Akhirnya Devi pun pulang. Tak sampai 1 jam, ia sampai dirumah dan langsung masuk ke kamar. "Ternyata Rendi orangnya Romantis juga... Makasih Ya Allah, Engkau telah mempertemukan aku dengan pria yang benar-benar mencintai aku" katanya dalam hati.


Ber jam-jam ia membayangkan Rendi. Sesekali muncul bayangan ketika Rendi mencium keningnya. Pikirnya, Mana ada yang mau pria seperti Dia yang mencintai dengan penuh pengorbanan. Ia berencana mencoba datang ke rumah Rendi setiap hari libur. Terkadang sebaliknya, Rendi yang datang ke rumah Devi untuk melihat perkembangan dirinya terkait pembelajaran video bokeh yang diajarkan padanya.


... 2 bulan kemudian ...

Berkat kegigihanya, Akhirnya dalam waktu singkat Devi sudah mengusai tentang cara membuat video bokeh yang baik. Ia membangun sebuah chanel youtube dan menggungah hasil cover lagunya ke chanel sesuai yang harapkan.


Disisi lain, Tidak lupa ia menuliskan naskah pada deskripsi yang menjelaskan tentang video tersebut serta sumber Id yang ia peroleh yang tidak lain adalah kekasihnya sendiri yakni Rendi. Nama Rendi terukir disetiap deskripsi pada Video. Pikirnya ini sebagai bentuk cintanya sekaligus menepati janji tentang rencananya dulu.

Dalam hitungan beberapa bulan, Chanel youtube Devi meningkat drastis. Baik dari segi video yang mengalami peningkatan Viewrs dan Jumlah subcriber. Ketika ada sebuah komentar yang bertanya kepadanya "Kak ... aku amati, setiap deskripsi kok ada nama dan Chanel Rendi. Pasti pacarnya ya?" Tanya seorang Fans pada Devi.


Pertanyaan itu dibalas olehnya. "Iya ... selain itu, Dia juga telah berjasa besar terhadap chanel aku. Selama ini, dia telah mementori semua Karya aku sejak dari nol" Kata Devi ketika membalas komentar.


Sejak itulah, Banyak para marketing yang menghubungi dirinya untuk meminta contact Rendi guna keperluan kerja sama yaitu project pembuatan Video Promosi. Dalam hal ini, Devi terlihat sangat bangga, ia berhasil membuat nama Rendi membumbung dan dikenal banyak marketing.


Dua tahun berlalu. Hubungan cinta Rendi dan Devi semakin menjadi dan begitu romantis. Sebentar lagi mereka akan wisuda, Tiba - tiba .... Datang Rendi beserta orang tua ke rumah Devi. Tentu hal ini tidak diketahui oleh Devi karena ini bagian dari kejutan yang direncanakkan oleh Rendi.


Ternyata, Tujuan Rendi dan keluarga datang ke rumah Devi yaitu melamar devi sebagi calon pendamping hidupnya. "Nak devi, Maksut dan tujuan kami kesini yaitu untuk melamar Nak devi". Sementara itu, terlihat Devi bersama orang tuanya merasa amat gembira kedatangan tamu spesial


Mendengar ucapan seperti itu, Kedua orang devi menerimanya dengan penuh terimakasih. Tapi, Semua ini tidak bisa menjadi keputusan. Sehingga ia menyerahkan keputusan itu kepada Devi. "Devi, Bagaimana menurut kamu nak" Tanya sang ibu kepadanya.


Terlihat Devi dengan wajah cantik dan senyumanya yang penuh manja tidak menolak kehadiran Rendi dan keluarga. "Pak ... Buk .... Sebelumnya terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk datang kesini. Saya bersedia kok jadi calon isti Rendi" Kata Devi sambil tersipu malu.


Semenjak itu pula hubungan cinta mereka semakin serius. "Pah ... Mah ... Kalau begitu, kira-kira kapan hari yang pas buat kita nikah" Kata Rendi kepada kedua orang tuanya. Mendengar kata itu, keluarga Devi tersenyum bahagia.


... 7 Minggu kemudian ...

Cerita cinta bokeh. Setelah sekian lama menjalin Asmara, Rendi dan Devi pun membicarakan tanggal pernikahan mereka. Tak lupa ia meninggalkan pesan di Chanel Youtube miliknya yang mengatakan, "Untuk sementara waktu Dirinya tidak bisa mengupdate konten Video bokeh". Tak lupa ia juga berjanji akan menggungah Video pesta pernikahan dirinya dengan Rendi. Di Chanel Devi, Konten tersebut menuai tanggapan positif dari sejumlah netizen.


Hari terus berlalu. Seiring itu pula, mereka sudah menemukan Tanggal pernikahan dan sudah mendapat restu dari masing-masing orang tua. "Sayang .... Apa kamu sudah siap menjadi istri aku?" Tanya Rendi melalui pesan Chat Whatsapp. Tak lama kemudian, Devi membalasnya "Iya dong say.. Lagian aku sudah gak kuat lagi jika harus LDR terus" Tulisnya dengan emoji Alay.


Cinta mereka bukanlah sekedar tentang perasaan saja. Devi mencintai Rendi karena memang sayang dan terkagum dengan prestasi yang berhasil dicapainya. Kesuksesan Rendi berarti kesuksesan pula untuk Devi. Karena tanpanya, Kehidupan Rendi tidak jauh beda dari kesederhanaan. Berkat dukungan dan Cinta yang tulus, Membuat Rendi terus semangat memperjuangkan Cinta dan karirnya.Sebagai Video grafis bokeh


Begitu pula dengan Devi, Ia tidak pernah merasa menyesal menjadi pendamping hidup Rendi. Pikirnya, Tanpa Rendi ... Ia tidak bisa menggapai impian itu. "Menjadi seorang konten kreator bukan perkara mudah, Tanpa dukungan dan pembelajaran, Maka aku tidak bisa seperti ini" Katanya dalam Hati.


Setelah menunggu beberapa bulan, Akhirnya tiba pernikahan Keduanya. Pesta tersebut diselenggarakan di sebuah Hotel bintang 3 dan dihadiri sejumlah kalangan Artis Youtube. Tak lupa, Kedunya juga mengundang banyak subcribersnya. Pesta kala itu sangat meriah. Banyak Fans yang meminta foto bersama, Hal itu ia penuhi demi Fans dan Subcribers mereka.


Pikirnya, Hal itu tidak menggangu berjalanya Acara. Sambutan demi sambutan berlangsung meriah dan tiada halangan. Terlihat hampir disetiap sudut, Kilatan cahaya Kamera menyorot wajah kedua Pasangan Romantis tersebut. Disaat bersamaan, Salah satu subcribers mengunggah Foto dirinya bersama Rendi dan Devi. Sontak foto tersebut menjadi viral di media Internet.

Diatas kursi pengantin, Rendi dan Devi saling suap menyuap. Melakukan sejumlah action sesuai permintaan Cameramen. Setelahnya "Sayang ... Makasih ya, mudah-mudahan pernikahan kita bisa menjadi sejarah 1 kali dalam hidup kita" Kata Rendi sambil membelai wajah cantik Devi.

Semua tamu undangan merasa terharu mendengar ucapan Rendi yang sedemikian terdengar oleh mereka. Sungguh pesta yang sangat meriah dan menyisakan kenangan bagi kedua mempelai. "Iya sayang... Aku janji, Aku akan selalu mencintai kamu, Aku pun tidak akan pernah rela jika kamu .... Berpaling meninggalkan aku" Jawab Devi pada Rendi.

Itulah kisah Cerita Cinta Bokeh yang bisa saya tulis untuk menghibur kalian. Apabila ada kekurangan atau salah pengetikan, Silahkan beri kritik atau tanggapan Anda. Terimakasih,

Baca Juga

2 comments for "Cerita Cinta Bokeh : Ajarin Aku Begituan dong"

Post a Comment

Jika ada yang masih kurang jelas, silahkan untuk bertanya pada kolom komentar di bawah ini atau dengan menghubungi kami di halaman kontak.

1. Centang kotak Notify me/Beri tahu saya untuk mendapatkan notifikasi komentar.
2. Semua komentar dengan menambahkan link akan dihapus dan tidak akan dipublikasikan.

close