Contoh Soal Uji Kompetensi (UKOM) Bidan 2022 dan jawabannya Terbaru

Contoh Soal Uji Kompetensi (UKOM) Bidan 2021 dan jawabannya Terbaru - update kali ini bukan hanya dengan kunci jawaban saja melainkan dengan pembahasannya juga, oleh sebab itu kalian wajib simak ulasan berikut ini yang mungkin bisa dijadikan sebagai bahan referensi kalian semua.


1. Seorang bidan yang bertugas di poli RS mengikuti pelatihan pemasangan dan pelepasan AKDR

Apakah tujuan bidan dalam kasus tersebut ?

a. Mengikuti kegiatan  rutin bidan

b. Promosi kesehatan dan konseling

c. Menambah wawasan dan pergaulan

d. Mengembangkan diri dan profesionalisme bidan

e. Meningkatkanjenjang pendidikan formal bidan


Jawaban : D. Mengembangkan diri dan profesionalisme bidan

Pembahasan :

Cukup jelas

Referensi : Ri Handayani,2014, Yogyakarta, Pustaka Rihama


2. Seorang perempuan, usia 25 tahun, P1A0 bersalin di RB. Anak lahir hidup dengan BB 3800 gr. Plasenta lahir lengkap. Terjadi robekan perineum mengenai selaput lendir vagina dan otot perinea transversalis tetapi tidak mengenai otot sfingter ani. Perdarahan 200 cc.

Apakah diagnosa yang paling tepat pada kasus ini?

a. Ibu parturent kala III dengan robekan perineum tingkat 3

b. Ibu parturent kala IIIdengan robekan perineum tingkat 4

c. Ibu parturent kala III dengan robekan perineum tingkat 2

d. Ibu parturent kala III dengan robekan perineum tingkat 1

e. Ibu parturen kala III dengan robekan perineum tingkat 3 dan 4


Jawaban : C. Ibu parturent kala III dengan robekan perineum tingkat 2

Pembahasan :

Ruptur Preineum terdiri dari 4 tingkat, yaitu

  • Tingkat 1

Pada ruptur perineum derajat 1, robekan sangat kecil dan hanya terjadi di kulit saja. Area yang robek bisa di sekitar labia (bibir vagina), klitoris, maupun di dalam vagina.

  • Tingkat 2

Tingkatan ruptur perineum kedua berarti telah mengenai otot perineum dan juga kulit. 

  • Tingkat 3

Pada beberapa persalinan, ruptur perineum mengenai lapisan vagina yang lebih dalam bahkan mengenai otot yang mengendalikan anus (anal sphincter).

  • Tingkat 4

Ini adalah tingkatan tertinggi dalam robekan jalan lahir, namun paling jarang terjadi. Robekan ini memanjang hingga ke dinding rektum.

Referensi : Prawiraharo Sarwono, Ilmu Kebidanan, 1999, Jakarta, Yayasan BIna Pustaka


3. Seorang perempuan usia 25 tahun, P1A0 bersalin di RB. Anak lahir hidup dengan BB 3800 gr. Plasenta lahir lengkap. Terjadi robekan perineum mengenai selaput lendir vagina dan otot perinea transversalis tetapi tidak mengenai otot sfingter ani. Perdarahan yang keluar 200 cc.

Apakah tindakan yang paling tepat pada kasus ini?

a. Lakukan tindakan pengkuretasian

b. Lakukan tindakan penjahitan robekan perineum dengan tindakan anastesi terlebih dahulu

c. Lakukan tindakan penjahitan robekan perineum tanpa tindakan anastesi terlebih dahulu

d. Pantau perdarahan

e. Lakukan rujukan


Jawaban : B. Lakukan tindakan penjahitan robekan perineum dengan tindakan anastesi terlebih dahulu

Pembahasan :

Lakukan anastesi terlebih dahulu sebelum melakukan jahit robekan

Referensi : Prawiraharo Sarwono, Ilmu Kebidanan, 1999, Jakarta, Yayasan BIna Pustaka


4. Seorang perempuan, usia 30 tahun, P1A0 akan bersalin di RS. Kehamilan cukup bulan. TBBJ diperkirakan 3875 gr. Dari hasil VT pembukaan lengkap, Presentasi kepala, Penurunan kepala H III/ IV, DJJ 140 x/ menit, Kontraksi baik, tanda dan gejala kala II sudah ada. Ibu gagal mengedan. KU lemah, kepala anak maju mundur di depan vulva dan sudah bercaput.


Apakah tindakan yang paling tepat pada kasus ini?

a. Vakum Ekstraksi

b. Kuretase

c. Ambriotomi

d. Amniotomi

e. Ekstraksi Cunam


Jawaban : A. Vakum Ekstraksi

Pembahasan :

Indikasi Konvensional:

Mempersingkat kala II pada keadaan :

Ibu tidak boleh meneran terlalu lama pada kala II akibat kondisi obstetri tertentu (pre eklampsia berat, anemia, diabetes mellitus, eklampsia)

Kondisi obstetri tertentu :

Riwayat SC

Kala II memanjang

Maternal distress pada kala II

Gawat janin pada kala II dengan syarat :

Perjalanan persalinan normal

Fasilitas sectio caesar sudah siap

Ibu kelelahan

Referensi : Prawiraharo Sarwono, Ilmu Kebidanan, 1999, Jakarta, Yayasan BIna Pustaka




5. Grafik berat badan anak berada pada jalur berwarna hijau pada kalender balita dan arah grafik harus naik dan sejajar mengikuti lengkungan jalur (kurva) berwarna hijau.

Pertumbuhan diatas, dikatakan dengan pertumbuhan ?

a. Normal

b. Tidak normal

c. Kurang normal

d. Sedang

e. Waspada


Jawaban : . Normal

Referensi : Asuhan Keperawatan Bayi Dan Anak ( Salemba Medika )

Baca juga :